0

Abu Hurairah radhiyallahu anhu saja sangat menangis dengan perjalanan jauh itu (perjalanan akhirat) padahal bekal beliau sangatlah banyak dengan riwayat ribuan hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Maka bagaimana dengan kita ?

Maka kita lebih berhak untuk menangis dan sudah sepatutnya untuk merenung.
Abu Hurairah radhiyallahu anhu ditanya ketika beliau berada di ambang kematian:

مَا يُبْكِيكَ؟

"Apa yang membuatmu menangis?"

Beliau menjawab:

أَمَا إِنِّي لَا أَبْكِي عَلَى دُنْيَاكُمْ هَذِهِ، وَلَكِنِّي أَبْكِي عَلَى بُعْدِ سَفَرِي وَقِلَّةِ زادي، وَأَنِّي أَصْبَحْتُ فِي صُعُودٍ مُهْبِطٍ عَلَى جَنَّةٍ وَنَارٍ، لَا أَدْرِي أَيُّهُمَا يُؤْخَذُ بِي

"Adapun aku, maka sesungguhnya aku tidaklah menangis karena meninggalkan dunia. Namun aku menangis karena jauhnya perjalananku dan sedikitnya perbekalanku. Dan aku nanti akan berada di sebuah puncak yang akan menjatuhkan aku ke surga atau ke neraka. Dan aku tidak tahu, kemana diriku akan diseret" (HR. Abu Nu'aim)


Posting Komentar

 
Top