Secercah Hikmah Di Bumi Eropa #2: Taubat Dari Rokok Karena Komunitas Baik

Ustadz Agus - Akh Siswoyo - Abdurrahman Al-Amiry

Sesudah kajian, kami duduk santai dan bercakap ringan bersama para jama’ah. Hingga pokok obrolan tiba pada kisah candu rokok yang mereka alami di masa lampau. Sudah menjadi kegemaran mereka adalah mengisap rokok sehari-hari. Hingga salah seorang dari mereka berkata: “Ustadz, saya dulu sering merokok bahkan ketika di saat kajian. Sebelum kajian dimulai atau setelahnya, saya keluar dari masjid untuk merokok sebentar. Namun dari komunitas masjid inilah saya bertaubat dan berubah”.

Pembicaraan itu pun berlanjut, mereka bercerita bagaimana sulitnya bertaubat dari candu rokok. Dan bahkan salah seorang dari mereka mengatakan: “Hampir rata-rata ikhwan yang ada di masjid ini, dulunya merokok. Namun kami semua taubat sejak kami kumpul di masjid ini dan aktif dalam kegiatan ilmu”.

Bahkan, mereka pun bercerita bahwa ada kalanya mereka ingin balik melakukan kesalahan yang lalu di awal-awal hijrah. Dan itu sulit untuk membuang godaan-godaan syaithan apalagi ketika di kesendirian. Salah seorang mereka bercerita, “Pernah di tengah malam hari, jiwa saya bergejolak untuk merokok kembali. Saya pun terpaksa keluar untuk mencari toko yang masih buka di sekitaran rumah. Namun alhamdulillah, Allah takdirkan semua toko telah tutup. Allah masih jaga saya ketika itu hingga saat ini untuk tidak pernah menyentuh rokok”.

Dan semua berkata: “Perubahan kami, dikarenakan kami sering berkumpul di masjid ini dan saling perhatian dengan keadaan teman. Dan kami semua telah berhenti merokok kecuali seorang saja”.

Semoga Allah selalu membimbing mereka di atas jalan yang benar. Adapaun saat ini, mereka dibimbing oleh ustadz Agus -hafidzahullah- selaku imam dan penceramah di masjid EuroMuslim, Amsterdam, Belanda.

Hikmah:

Teman ataupun komunitas telah diwanti-wanti oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk selalu diperhatikan.  

Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang berada di atas perangai kawannya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat kepada siapa dia berteman” (HR. Abu Daud no. 4833; Hasan sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani)

Sehingga, jika kita ingin mengetahui apakah diri kita telah baik atau masih buruk, maka lihatlah kawan-kawan kita. Kalau kawan kita masih banyak yang buruk, maka sejatinya jiwa kita pun seperti itu. Dan jika kawan kita baik, maka seperti itu pula jati diri kita.

Allahu a’lam.

Abdurrahman Al-Amiry

Posting Komentar

0 Komentar