Secercah Hikmah Di Bumi Eropa: Kedisiplinan Waktu Yang Tinggi


Dari segenap negara Eropa yang telah saya kunjungi, saya menilik kedisiplinan warga barat dalam perihal waktu. Mungkin bagi mereka waktu adalah uang. Dengan kedisiplinan waktu, mereka dapat memperoleh banyak penghasilan, dan kecukupan yang lebih, serta kehidupan yang lebih produktif. Ini semua sudah berlaku sebagai gaya hidup mereka sehari-hari.

Lihatlah kendaraan umum yang bekerja di jalanan Eropa. Semua sudah terbagi waktunya berdasarkan rencana yang telah ditentukan. Seandainya keberangkatan train tertulis pada pukul 19.38, maka keberangkatan pun sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kalaupun waktu keberangkatan ternyata telat, maka ia hanya terlambat dengan rentang waktu sekitar 1 menit saja atau hanya lebih sedikit dari itu.

Pun sama hal nya dengan kendaraan umum lainnya yang ada di negara-negara barat. Bukan hal ganjil tuk kita dapati dalam kehidupan mereka akan penuh kedisiplinan waktu dalam kesehariannya.

Saya beberapa kali menelusuri lalu lintas kendaraan yang ada di Eropa, dan kerap sekali saya menemukan sebuah jam di tepian perlintasan. Hal ini menunjukkan kualitas waktu yang ingin mereka raih, dan mereka tak ingin jika waktu terbuang sia-sia belaka. 

Salah satu jam di pinggir jalan di kota Berlin

Hikmah:

Sebenarnya agama islam telah memberikan arahan dan petunjuk dalam kedisiplinan waktu. Dan islam pun telah memberikan isyarat akan perihal tesebut. Tak perlu jauh-jauh, Allah sangat sering bersumpah dengan waktu yang menunjukkan akan penting dan berharganya waktu. Salah satunya adalah surat Al-Ashr. Allah ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan saling menasihati tentang kebenaran, serta saling menasihati tentang kesabaran” (QS. Al-Ashr 1-3)

Ibnu Umar radhiyallahu anhuma pernah berkata:

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

 “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu di pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, maka janganlah engkau menunggu waktu di sore hari. Dan ambillah kesempatan sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Dan ambillah masa hidupmu sebelum datang masa wafatmu” (HR. Bukhari no. 6414)

Begitulah sewajibnya bagi muslim untuk selalu memelihara waktu dengan sebaik dan sebijak mungkin.

Abdurrahman Al-Amiry

Posting Komentar

0 Komentar